Blog Image

Blog

Engga perlu dikurangin, begini loh tips makan karbohidrat tanpa bikin perut gendut!

November 11, 2019
/
Health
Engga perlu dikurangin, begini loh tips makan karbohidrat tanpa bikin perut gendut! image

Banyak dari kita yang akan mengurangi konsumsi karbohidrat saat pengin menurunkan atau mempertahankan berat badan kita. Bener, enggak?

 

Bahkan enggak sedikit yang sampai menghindari konsumsi karbohidrat sampai mencapai bobot tubuh yang diinginkan.

 

Padahal, karbohidrat merupakan salah satu komponen yang penting dan dibutuhkan banget untuk kinerja tubuh kita, lho!

 

Enggak harus dikurangi, ternyata ada cara khusus nih untuk mengonsumsi karbohidrat tanpa membuat tubuh kita menjadi lebih gemuk.

 

Seperti apa sih caranya?

Karbohidrat emang bukan satu-satunya penyebab penimbunan lemak perut, namun karbohidrat punya peran cukup besar.

 

"Konsumsi makronutrien berlebih bisa menyebabkan kenaikan berat badan," kata pendiri Luminary MD, Robert Milanes, MD kepada Popsugar seperti yang dilansir dari Kompas.com.

 

Pendiri Weight Zero, MD, Aastha Kalra juga menjelaskan kalau karbohidrat dipecah menjadi glukosa dan dijadikan sebagai bahan bakar energi untuk sel-sel, jaringan dan organ tubuh

Tapi, saat dikonsumsi secara berlebih, glukosa tersebut akan disimpan sebagai glikogen di dalam hati.

 

Glikogen tersebut bisa aja diubah kembali menjadi glukosa dan digunakan sebagai energi ketika asupan karbohidrat sedikit atau enggak ada sama sekali.

 

Namun, menjadi masalah ketika penyimpanan glikogen mencapai kapasitas maksimal. "Ketika kita mengkonsumsi karbohidrat, tingkat insulin meningkat," kata Kalra.

 

Insulin bertugas membawa glukosa dari aliran darah ke area tubuh yang membutuhkan energi, tetapi juga merupakan hormon penyimpan lemak.

 

Milanes menjelaskan, jika kita mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat dan enggak ada area tubuh yang membutuhkan energi, glukosa jadi enggak punya tujuan dan akan disimpan sebagai lemak.

Gimana caranya makan karbohidrat tapi enggak bikin gemuk?

 

Seperti yang kita tahu, ada dua tipe karbohidrat, yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

 

Karbohidrat sederhana biasa ditemukan pada makanan olahan dan dicerna secara cepat oleh tubuh.

Sementara karbohidrat kompleks dicerna lebih lama dan memiliki kandungan serat lebih tinggi.

 

Karbohidrat kompleks akan membuat kita kenyang lebih lama dan menjaga insulin tetap pada level yang stabil.

 

Artinya, karbohidrat kompleks mendorong pembakaran energi dan mencegah penyimpanan lemak.

 

Kita memang enggak bisa menargetkan penurunan lemak tubuh secara khusus, termasuk pada bagian perut.

 

Tapi dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks bisa membantu menurunkan berat badan.

 

Beberapa sayuran yang termasuk karbohidrat kompleks dan dianjurkan antara lain brokoli, kubis, kol, hingga Brussel sprout.

 

Namun, di awal kita juga perlu memonitor total asupan karbohidrat untuk menurunkan level insulin dalam tubuh, ya!

 

Termasuk biji-bijian utuh dan buah dengan kandungan gula tinggi.

 

Jadi intinya kita harus menerapkan pola makan rendah karbohidrat bisa menjadi titik awal hingga kita bisa mencapai tahap mempertahankan berat badan ideal.

 

Enggak sembarang karbohidrat, namun kita disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks dalam daftar menu makan kita sehari-hari! (Nabilla Tashandra)